Friday, December 05, 2003

I Wonder

I Wonder in my heart
Why is it so often seems to be
I can never say the things
That really means the most to me


.............


speechless

Friday, November 21, 2003



Verry Iskandar mengucapkan:

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1424 H

Taqabalallaahu Minna Wa Minkum
Shiyaamana wa Shiyyaminkum
Waahabu 'Alaika

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Wednesday, November 19, 2003

Mengapa Menguap itu Menular?



Dear Bloggerian,

Percaya gak kalo ketika kita menguap, bisa menular kepada orang lain? ketika orang di sebelah kita menguap, mungkin kita juga akan ikut menguap. Bahkan yang lebih parah, ketika kita mencoba memikirkan tentang menguap, sudah bisa dipastikan kita akan menguap.

Sebenarnya menguap itu apa sih? Robert Provine, seorang profesor psikologi dan saraf di Universitas Maryland, di Baltimore County, berpendapat: "menguap adalah perilaku instingtif dan alamiah yang dialami oleh manusia, kita bahkan tidak perlu belajar untuk dapat menguap, karena kita telah menguap bahkan sebelum kita dilahirkan"

Pertanyaannya adalah, apakah mitos bahwa menguap itu menular adalah benar? Ketika seseorang yang sedang berada di dalam suatu kelompok menguap, maka dalam waktu kurang lebih 5-10 menit setengah dari kelompok tersebut akan ikut menguap. Yang mengangetkan, ketika kita melihat orang lain menguap, sudah bisa dipastikan kita akan ikut menguap juga. Hal ini disebabkan karena proses visualisasi yang berkaitan dengan melihat orang menguap akan memicu sel saraf pada otak kita untuk melakukan hal yang serupa. Nah lho........!

Menguap akan semakin menjadi manakala ketika kita kurang tidur. Karena sel otak di kepala kita kekurangan oksigen, karena itu reaksi alamiahnya biasanya kita akan banyak menguap dan diiringi dengan serangan kantuk yang hebat.

eh....satu lagi, kenapa kalo lagi puasa juga kadang mengantuk ya?
udah ah ngantuk niiih......

Salam.

Tuesday, November 11, 2003

Percakapan Imaginer

Seperti biasa kalo hari Jum'at untuk orang yang kerja di Jakarta biasanya pulang. Mungkin bagi sebagian orang yang tinggal di seputaran Jabotabek, yang bekerja di Jakarta banyak yang disebut sebagai kaum penglaju (baca: pulang-pergi). Tapi bagi aku, perjalanan dilaju cukup melelahkan, makanya aku putuskan ketika kerja di Jakarta untuk mengontrak (baca: ngekost) di daerah Cikini-Jakpus.

Kejadiannya, tepat hari Jumat sore jam orang pulang kantor. Dari kantor aku ke Stasiun Juanda biar cepet sampai UKI. Dari Juanda beli tiket yang jurusan Cawang. Singkat cerita begitu sampai UKI, akhirnya aku dapet tempat duduk, kebetulan masih ada yang kosong. Ah...syukurlah masih dapat tempat duduk. Biasanya perjalanan pulang aku jalani dengan berdiri sepanjang 1,5 jam. Dari awal, karena rasanya lemes dan agak ngantuk memang di niatin untuk tidur di bis. eh...... begitu Bis mau masuk Tol Halim, naik seorang kakek yang usianya sudah cukup tua, dan kuperhatikan dia memakai tongkat.

Aku sedikit membuka mata, yang tadinya sudah agak terpejam, sekedar melihat keadaan sekitar. Ya..ampun bis sudah cukup penuh karena sebagian orang sudah berdiri. kebetulan sang kakek tadi berdiri di sebelahku. Melihat sang kakek di sebelahku timbul juga niatan untuk memberikan tempat duduk kepadanya. Tapi sebelum niatan itu terealisir, muncul juga niatan individualis dan agak-agak selfish, maka terjadilah dialog dalam diri dan hatiku:

Hatiku : Aih...kasian sekali si Kakek itu usianya pasti di atas 70-an. Ayo cepat bangun berikan tempat dudukmu untuk
untuk orang tua tersebut!
Diriku : Wah...jarang-jarang lho kamu dapet tempat duduk, biasanya kan berdiri. katanya Kamu mau sambil istirahat
udah tidur aja....apalagi sekarang lagi puasa, kan kamu pasti lemes banget seharian kerja.
Hatiku : Nah...justru waktu puasa itu orang bebuat baik akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah.

Dialog belum lagi usai.....tiba-tiba.....seorang perempuan di sebelahku berdiri sambil ngomong:

Perempuan : Permisi mas.
Aku : Iya... (heran)
Perempuan : Kek.....silahkan duduk di tempat saya.

Degghhhh....sesaat kayaknya jantungku berhenti. Serasa nggak percaya, ternyata perempuan yang duduk di sebelahku benar-benar menawarkan tempat duduknya untuk kakek itu. Wah....masak sih aku yang cowok kalah sama yang perempuan. Tapi sebenarnya bukan itu hal yang penting. Dia (perempuan) itu lebih senang berbuat baik tanpa perlu berpikir apalagi sampe mikir-mikir panjang segala kayak aku. Mungkin sebenarnya Allah telah memberikan ladang untuk berbuat baik di depanku, tapi si perempuan tadi lebih cepat menyambutnya.

Akhirnya....perjalanan selama 1,5 jam itu bener-bener kayak sebuah siksaan buat aku. Perasaan gak enak campur sedikit malu. Tadinya niat mau tidur blassss....sama sekali mata ini gak bisa diajak terpejam.

Terkadang, Dia memberikan pelajaran dengan cara-cara yang unik, dengan sentilan-sentilan yang khas pula.

Monday, November 10, 2003

Illegal Question in the Interview



668677433

The female candidate was asked, "Do you plan to have children?" She was taken aback by the question and wasn't sure how to answer.

She had three choices:

a. To answer the question honestly even though she did not want to.
b. To tell the interviewer it is none of his business and the question is illegal.
c. To deal with the concern behind the question, ignoring the illegal question itself.
How would you answer the question if you were the female candidate?

The best answer is "C."

An appropriate answer from the candidate might have been, "Whether or not I plan to have children in the future is not really relevant to my career. I plan to work and have a career no matter what happens in my personal life."

Why is this type of question asked in an interview? Why are interviewers concerned about your plans to reproduce, your marital status and your retirement plans? It's simple; they want to make sure you are the solution to a problem, not the source of more headaches.

When the female candidate was asked her plans regarding future motherhood, the interviewer may have been trying to determine whether she was in for the long-term or just until the company could pay for the birth of her firstborn. It is clearly a discriminatory question, one that would probably never be asked of a male candidate, and it is illegal!

Technically, it is illegal for an interviewer to ask anything personal that is not directly job-related. Off-limit questions include (but are not limited to): information regarding your age, marital status, country of origin, religion, sexual preference and health status. Almost any legal information about you is illegal in the job interview.

There are some exceptions to this rule, which might be confusing. Personal questions considered to be job-related usually are allowed in the interview or on the job application.

Legal Personal Questions:
Have you ever been convicted of a crime?
Depending on the type of job you are applying for, this could be critical.

Can you show proof of your eligibility to work (for example) in the US?
Every new employee, regardless of place of origin, must provide such documentation during the first days on the job.

Can you perform the job's essential functions with or without reasonable accommodation? This question must be accompanied by a job description covering the essential functions. The concerns behind these questions are relevant to the job's requirements and performance. As an example, if you have been convicted of embezzlement, you will probably not be considered for a job handling money. The concern is that you had a problem in your past that could be a problem again.

The interviewer wants to know if you can report to work and do the job. Any information that could be enlightening is important. But the interviewer's questions should focus on the job and your qualifications to do it.

By becoming aware of illegal questions, you will be prepared to deal with them if confronted in an interview. Pre-interview thinking and preparation can spare some embarrassing or uncomfortable moments during the interview.

Most job seekers think they can get the job, just because they're good at what they do. It,s Wrong! The candidate, who knows how to act during an interview and answer questions well, will get the job!
(Carole Martin)



Tuesday, October 28, 2003

MARHABAN YA RAMADHAN



Memahami diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Mencari kesalahan diri sendiri, pasti sulitnya minta ampun. Apalagi selalu ada perlawanan atau penyangkalan dalam diri untuk mengakui kesalahan-kesalahan itu.

Ketika kita mengumpat, menghujat atau berkata kasar, secara jelas barangkali dapat dikatakan bahwa kita telah berbuat salah. Tapi jikalau sebuah kerlingan mata, sunggingan sebuah senyum, apalagi keluhan, omelan, dan gerundelan dalam hati yang mungkin ratusan atau bahkan ribuan kali setiap hari yang secara sadar atau tidak sadar kita lakukan dapat menjadi noda yang menggelapkan hati, sejatinya, kita terlalu banyak berbuat salah dan kesalahan.

Atas segala yang kiranya tidak atau kurang berkenan bagi teman-temen sekalian, -lahir maupun batin- izinkan saya memohon maaf, semoga sesungguh-sungguhnya permohonan maaf, dan setulus-tulusnya pemberian maaf pula.

Semoga Ramadhan kali ini kira diberi kemudahan oleh Allah dan semoga lebih baik dari Ramadhan-Ramadhan kita sebelumnya. Semoga Allah mengizinkan sesuatu perubahan terjadi dalam Ramadhan ini, yang menjadi sebab bagi setiap kita, untuk semakin dekat kepada-Nya. Amin. Selamat datang Ramadhan. (sl)

Tuesday, October 21, 2003

Dear Bloggerian,

Wah udah lama kayaknya baru posting lagi nih..... maaf ya, mbak mas, tante, bapak dan ibu sekalian. Kangen juga rasanya baca komen dari para bloger mania. kemarin tuh.....banyak banget kejadian dan momentum yang bisa dijadikan pelajaran. jadi kronologisnya begini.... (jadi bercerita)

26 September - 5 Oktober 2003
Sebenarnya sudah sejak semalemnya, badan udah agak anget, tapi tetep aja maksain masuk kerja karena ada kerjaan yang emang harus dirampungkan hari ini dan gak bisa ditunda besok senin. Di kantor aku udah "diusir" disuruh pulang sama temen-temen karena liat kondisiku yang mengkhawatirkan, tapi dasar keras kepala, tetep aja ngeyel. Akhirnya aku bener-bener udah beres jam 19.00 dan langsung pulang ke rumah karena hari Jumat. Perjalanan Kantor-Rumah kurang lebih 2,5 Jam serasa kayak siksaan buatku. Begitu sampe rumah 21.30 mata ini gak bisa dibawa terpejam, mungkin karena suhu badanku yang panas banget akibat demam tinggi. Jam 23.00 udah gak kuat terpaksa ke Rumah Sakit, karena jam segitu dokter udah gak ada yang buka. Di RS diperiksa, ternyata suhu badanku 39 Derajat Celcius......(Demam Tinggi) dan dari hasil diagnosis Dokter, aku kena Gejala Typhoid (Tifus).

Begitu selesai pemeriksaan dan pulang ke Rumah sekitar jam 24.00 langsung deh bisa tidur setelah minum obat dari dokter. Sebelumnya aku gak lupa minta surat keterangan sakit buat kantorku. Dan dokter setuju, aku disuruh bed-rest sampai tanggal 5 Oktober 2003 dan bener-bener di tempat tidur terus karena rasanya lemeeez banget.

Lesson number 1: aku jadi inget postinganku tanggal 19 September 2003. he....he...ternyata saya malah jatuh sakit. jadi inget petuah bijak: Laksanakan terlebih dahulu sebelum kamu meminta orang lain untuk melaksanakan hal yang serupa. (Ibda' bi nafsika)

6 - 10 Oktober 2003
This is my first day in office since I was sick. Masih dalam proses penyembuhan sih....tapi tetep harus masuk karena surat dokternya cuma sampe hari ini. Langsung deh, kembali ke rutinitas. Besoknya, hari selasa (7 Oktober 2003) dapat tugas ke Bandung sampai hari Jumat. Ada kejadian menarik waktu aku beli tiket di Gambir. Aku antri untuk KA Parahyangan yang berangkat jam 8.30. Antriannya gak begitu panjang, pas aku di depan loket, mbak penjual tiket langsung menutup tirai dan mengatakan: Maaf Pak, tiketnya sudah habis. weks..... :( daripada berangkat kesorean sampe Bandung, akhirnya aku tetep pake yang Parahyangan Jam 8.30 tapi beli tiket yang Bisnis.

Lesson number 2: I guess, We never always get what we wanted

13 - 18 Oktober 2003
Komputer di kantor gak bisa on-line.....buat sebagian temen ada yang gak bisa kerja tanpa internet. Maksudnya, pas ngerjain tugas kalau on-line kan bisa sambil chatting or browsing, mungkin aku juga yang sedikit komplain ke Admin-IT kantorku (he..he... tapi kerjaan bisa tetep beres koq)

Lesson number 3: makanya baru bisa posting and update sekarang. he..he... cari pembenaran dan justifikasi ni yeeee......

Salam hangat.

Friday, September 19, 2003

Dear Bloggerian,

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam kehidupan karir, kesehatan, rumah tangga atau kehidupan pribadi sekalipun yang diguncang badai. Kebanyakan orang pasti setuju kalau keadaan sulit itu bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, supaya dijauhkan untuk tidak berada dalam keadaan-keadaan sulit. Sebagian orang lagi mungkin ingin lari sejauh-jauhnya mengindari keadaan-keadaan sulit.

Akan tetapi, sekencang apapun kita lari untuk menghindarinya, ia akan tetap meyentuh raga dan jiwa ini. Ada kalanya ketika ia akan hadir berkunjung tidak pernah pandang bulu apakah ia penguasa, raja, kepala negara bahkan rakyat jelata sekalipun akan dihinggapinya, termasuk saya dan kita semua, mungkin?

Memang tidak semua orang akan sama tingkat kesulitan yang dihadapinya. Tidak terkecuali saya yang di sini...... rasa-rasanya ingin bersikap setiap kali kesulitan itu datang bisa tersenyum atau bahkan memeluk kesulitan itu. Tidak dibuat sakit dan frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur.

Yang saya perlukan sekarang adalah pelukan-pelukan kebijakan ketika sang hidup membanting dengan keras dari tempat yang tinggi.

sadness isn't sadness
it's happiness in a black jacket

(unknown)

Saturday, September 06, 2003

Sebuah Renungan.....

Ya Allah...aku serasa hidup di negeri laknat yang
dikepung azab, karena bangsa ini tak pernah sadar
bahwa akar semua persoalan hidup di negeri ini adalah
kita gagal berempati terhadap kesengsaraan orang-orang
papa, yang di Kitab-Mu disebut sebagai
pilarnya peradaban.

Bukankah lengkap sudah cerita minggu ini untukku ya
Allah... seorang sahabat saya bercerita tentang anak
kecil yang mecnoba bunuh diri karena tak mampu bayar biaya
sekolah, Teman saya yang lain bercerita tentang seorang Ibu yang
terpaksa mencuri karpet karena anaknya kelaparan,
kemarin Tetanggaku bercerita tentang "pesta" anaknya yang
diperkirakan menghabiskan uang puluhan juta rupiah.

Maka selamat datang azab, kami memang layak
mendapatkannya, sebab kami tolol membaca
tanda-tanda-Mu...

Tuesday, September 02, 2003

Weekend @ the Office

Dear Bloggerian,

pernah ngerasain masuk kerja hari sabtu-minggu? pasti ada yang pernah dan juga belum. bagi yang pernah merasakan, mungkin ada enak dan nggaknya. enak jika ada "kompensasi" yang lumayan, giliran yang gak enak karena gak ada kompensasinya :( . tanggal 31 Agustus - 1 September, hari sabtu dan minggu kemarin dengan "sukarela" saya dan teman-temen harus masuk kantor karena ada kerjaan yang itu harus selesai pada hari senin.

Hari sabtu jam 10 masuk........seharian....masih di kantor....sore, masih di kantor......malam sampai besok pagi jam 6 hari berikutnya baru pulang. Terus tidur dulu sebentar......zZZz...... untuk kemudian masuk lagi minggu siang jam 12, ah...mudah-mudahan kerjaan bisa selesai hari ini, ternyata diluar perkiraan....baru selesai keesokan harinya, dan terpaksa malam itu harus menginap lagi di kantor. Alhamdulillah gak nemuin kejadian aneh-aneh di kantor, walaupun katanya di atas jam 9 suasana di kantor agak syereeem...... buktinya dua malam nginep di kantor aman-aman aja.

Gak terasa, ternyata sekarang tanggal 2 September 2003....... nampaknya ada benarnya, nasehat bijak bahwa: segala sesuatu itu punya "hak", maka letakkanlah"hak" itu secara proporsional. Seperti hari ini yang saya rasakan, tubuh saya seolah merengek untuk diberi hak "istirahat". hari ini agak gak enak badan, baru kerasa pusingnya. hiks....hiks.....

sepertinya untuk minggu ini jam kerja saya kalau dikumulatifkan sudah lebih dari 80 jam/minggu. Boleh gak ya....minggu depannya minta libur. Enak mungkin ya sambil refreshing.

Untuk "tubuhku" selamat beristirahat ya....... maafkan aku yang telah menzalimi dirimu!