Wednesday, August 27, 2003

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Author: Sapardi Djoko Damono

Puisinya sangat sederhana, tetapi mempunyai makna yang dalam ya......? makna cinta di atas dapat berarti "cinta" kepada orang terkasih yang kita sayangi, kawan, sahabat atau siapapun, bahkan mungkin juga cinta kita kepada yang Maha Memiliki dan Maha Menciptakan rasa cinta itu sendiri.

Atau bahkan mungkin cinta kita kepada orang yang paling kita benci sekalipun. Karena hati kita dipenuhi dengan rasa cinta, sehingga tidak menyisakan tempat untuk rasa benci sekedar untuk mengendap dalam hati kita.

Rasa-rasanya, hal seperti itu hanya bisa didapat oleh orang-orang pilihan kekasih Tuhan. Sekedar membayangkannya pun mungkin kita tak pantas, karena alih-alih hati kita dipenuhi oleh rasa cinta, yang ada malahan berbagai macam penyakit hati seperti: sombong, iri, dengki, sok pamer dan sebangsanya yang memenuhi hati kita. untungnya kita masih dapat berharap semoga kita diberikan kesempatan untuk membersihkan diri.

dari: yang ingin mencintai-Mu dengan sederhana

Tuesday, August 19, 2003

Dear Bloggerian,

ada yang pernah ngerasain masa transisi dari kantor lama pindah kerja ke kantor baru gak?

Thursday, August 14, 2003

CAPITALISM AT ITS FINEST

TRADITIONAL CAPITALISM:
You have two cows. You sell one and buy a bull.
Your herd multiplies, and the economy grows.
You sell them and retire on the income.

AN AMERICAN CORPORATION:
You have two cows.
You sell one, and force the other to produce the milk of four cows.
You are surprised when the cow drops dead.

ENRON VENTURE CAPITALISM:
You have two cows.
You sell three of them to your publicly listed company, using letters of credit opened by your brother-in-law at the bank, then execute a debt/equity swap with an associated general offer so that you get all four cows back, with a tax exemption for five cows. The milk rights of the six cows are transferred via an intermediary to a Cayman Island company secretly owned by the majority shareholder who sells the rights to all seven cows back to your listed company. The annual report says the company owns eight cows, with an option on one more. You sell one cow to buy a new president of the United States, leaving you with nine cows. No balance sheet is provided with the release. The public buys your bull.

A FRENCH CORPORATION:
You have two cows.
You go on strike because you want three cows.

A JAPANESE CORPORATION:
You have two cows.
You redesign them so they are one-tenth the size of an ordinary cow and produce twenty times the milk.
You then create clever cow cartoon images called Cowkimon and market them World-Wide.

A GERMAN CORPORATION:
You have two cows.
You reengineer them so they live for 100 years, eat once a month, and milk themselves.

A BRITISH CORPORATION:
You have two cows.
Both are mad.

AN ITALIAN CORPORATION:
You have two cows, but you don't know where they are.
You break for lunch.

A RUSSIAN CORPORATION:
You have two cows.
You count them and learn you have five cows.
You count them again and learn you have 42 cows.
You count them again and learn you have 12 cows.
You stop counting cows and open another bottle of vodka.

A SWISS CORPORATION:
You have 5000 cows, none of which belong to you.
You charge others for storing them.

A HINDU CORPORATION:
You have two cows.
You worship them.

A CHINESE CORPORATION:
You have two cows.
You have 300 people milking them.
You claim full employment, high bovine productivity, and arrest the newsman who reported the numbers.

AN ISRAELI CORPORATION:
So, there are these two Jewish cows, right?
They open a milk factory, an ice cream store, and then sell the movie rights.
They send their calves to Harvard to become doctors. So, you should complain?

AN ARKANSAS CORPORATION:
You have two cows.
That one on the left is kind a cute...

Tuesday, August 12, 2003

Dear Bloggerian,

Mikro Economics Training, ternyata gak membosankan seperti yang dibayangkan. Trainingnya sendiri berjalan dengan baik dan lancar. Sepertinya saya menemukan kesenangan yang baru, ternyata Ekonomi tidak selalu berkutat dengan angka-angka. I'm not good in numbers, karena itu saya masuk hukum. ha..ha.. itu hanya apologi saja.

Ditambah dengan suasana bogor yang teduh dan sejuk (jika di bandingkan Jakarta), sebenarnya acaranya akan lebih efektif jika tidak dipaksakan dalam dua setengah hari. bayangkan aja, Mata Kuliah Mikro Ekonomi untuk mahasiswa ekonomi ditempuh dalam satu semester, tetapi saya dan temen-temen diharuskan melahapnya dalam waktu 12 jam perhari dalam waktu dua hari. Gileee....tapi untungnya Trainers-nya yang dosen IPB cukup sabar dan tekun menghadapi kami, yang rata-rata tidak punya basic ekonomi.

ya....memang kerjaan kita di kantor mengaharuskan kami mempunyai dua (paling tidak) dasar pengetahuan, yaitu hukum dan ekonomi. kata orang hukum, bidang hukum persaingan usaha mempunyai dua aspek yaitu, hukum sebagai object dan ekonomi sebagai instrument. Begitu juga sebaliknya orang ekonomi akan selalu mengatakan, ekonomi sebagai object dan hukum sebagai instrument. hi...hi... gak mau kalah ya? perdebatan seperti itu sama peliknya dengan mengatakan bahwa suami lebih penting dari istri atau dua orang bodoh yang berdebat bahwa sandal kanan lebih penting dari sandal kiri.

Awalnya dari buku, The Death of Economics, karangan Prof Paul Omerod, yang mengatakan bahwa ilmu ekonomi itu telah mati, karena ilmu ekonomi selalu mendasarkan pada asumsi kepastian (ceteris paribus), dan ilmu ekonomi telah berkembang seperti menjadi ilmu pasti. tesisnya, Paul Omerod mengatakan bahwa pada dasarnya ilmu ekonomi itu ilmu sosial, tidak bisa lepas dari perkembangan masyarakat yang penuh ketidak pastian (the uncertainty). Dia kayaknya meriindukan ekonom klasik seperti Adam Smith, dan dalam bukunya itu dia juga mengkritik ekonom seperti Jhon Maynard Keynes dan aliran Keynesian yang dipraktekkan oleh IMF serta menyebutnya sebagai ekonom ortodok yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan di Asia dan pengangguran di Eropa.

ah sudahlah......berdebat tentang hal tersebut tentu tak akan pernah lepas dari latar belakang ideologi dari masing-masing pihak. jadinya kalo sudah perdebatan ideologis akan kontra produktif jika bicara lagi ekonomi. Perdebatan ideologis.....ah mudah-mudahan tidak tertukar dengan perdebatan biologis. karena sangat tipis "beda" antara ideologis dan biologis. Hmmh....... :)



Thursday, August 07, 2003

Dear Bloggerian,

Mulai Kamis - Minggu, 7-10 Agustus 2003, Aku dapat tugas dari kantor untuk ikut Micro Economis Training, trainingnya sendiri dilaksanakan di Bogor, so...see you on monday!

Wednesday, August 06, 2003

dear Bloggerian,

waktu yang diberikan kepadaku untuk menentukan sikap dan pilihan akan segera habis.
cepat atau lambat aku harus memilih.....
maka..... aku memilih untuk hidup.

Tuesday, August 05, 2003

What you be in the morrow

The time a reguler jet landed on the moon
A young man was sitting on a moon's hill
Looking at the earth's nights and days
Counting the excursion of the time

He said, oo time, all the way I always be with you
Though never hail you
Now, speak me of your saws

Then she voiced, yesterday be not yesterday till today comes
Today be tomorrow's yesterday and yesterday's tomorrow
Tomorrow be always after today

It be hard to say 'now'
Saying it, it be the past
But your past always be your now
And your now always be your future

Say no "tomorrow never comes"
For tomorrow will be at one's disposal
Do you know what you be inthe morrow
Verily no, not at all but the Timer
Auspiciously, you've experienced the law
What you be in the morrow
Is how you're now

Friday, August 01, 2003

Dear Bloggerian,

saya tahu bahwa hidup itu ternyata harus memilih, masalahnya adalah kenapa harus hidup?
masalahnya juga sekarang saya harus memilih, yang walaupun itu berarti melahirkan pemihakan.
please....anyone teach me how to make a choice!! pilihan terhadap segala hal.