Friday, November 21, 2003



Verry Iskandar mengucapkan:

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1424 H

Taqabalallaahu Minna Wa Minkum
Shiyaamana wa Shiyyaminkum
Waahabu 'Alaika

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Wednesday, November 19, 2003

Mengapa Menguap itu Menular?



Dear Bloggerian,

Percaya gak kalo ketika kita menguap, bisa menular kepada orang lain? ketika orang di sebelah kita menguap, mungkin kita juga akan ikut menguap. Bahkan yang lebih parah, ketika kita mencoba memikirkan tentang menguap, sudah bisa dipastikan kita akan menguap.

Sebenarnya menguap itu apa sih? Robert Provine, seorang profesor psikologi dan saraf di Universitas Maryland, di Baltimore County, berpendapat: "menguap adalah perilaku instingtif dan alamiah yang dialami oleh manusia, kita bahkan tidak perlu belajar untuk dapat menguap, karena kita telah menguap bahkan sebelum kita dilahirkan"

Pertanyaannya adalah, apakah mitos bahwa menguap itu menular adalah benar? Ketika seseorang yang sedang berada di dalam suatu kelompok menguap, maka dalam waktu kurang lebih 5-10 menit setengah dari kelompok tersebut akan ikut menguap. Yang mengangetkan, ketika kita melihat orang lain menguap, sudah bisa dipastikan kita akan ikut menguap juga. Hal ini disebabkan karena proses visualisasi yang berkaitan dengan melihat orang menguap akan memicu sel saraf pada otak kita untuk melakukan hal yang serupa. Nah lho........!

Menguap akan semakin menjadi manakala ketika kita kurang tidur. Karena sel otak di kepala kita kekurangan oksigen, karena itu reaksi alamiahnya biasanya kita akan banyak menguap dan diiringi dengan serangan kantuk yang hebat.

eh....satu lagi, kenapa kalo lagi puasa juga kadang mengantuk ya?
udah ah ngantuk niiih......

Salam.

Tuesday, November 11, 2003

Percakapan Imaginer

Seperti biasa kalo hari Jum'at untuk orang yang kerja di Jakarta biasanya pulang. Mungkin bagi sebagian orang yang tinggal di seputaran Jabotabek, yang bekerja di Jakarta banyak yang disebut sebagai kaum penglaju (baca: pulang-pergi). Tapi bagi aku, perjalanan dilaju cukup melelahkan, makanya aku putuskan ketika kerja di Jakarta untuk mengontrak (baca: ngekost) di daerah Cikini-Jakpus.

Kejadiannya, tepat hari Jumat sore jam orang pulang kantor. Dari kantor aku ke Stasiun Juanda biar cepet sampai UKI. Dari Juanda beli tiket yang jurusan Cawang. Singkat cerita begitu sampai UKI, akhirnya aku dapet tempat duduk, kebetulan masih ada yang kosong. Ah...syukurlah masih dapat tempat duduk. Biasanya perjalanan pulang aku jalani dengan berdiri sepanjang 1,5 jam. Dari awal, karena rasanya lemes dan agak ngantuk memang di niatin untuk tidur di bis. eh...... begitu Bis mau masuk Tol Halim, naik seorang kakek yang usianya sudah cukup tua, dan kuperhatikan dia memakai tongkat.

Aku sedikit membuka mata, yang tadinya sudah agak terpejam, sekedar melihat keadaan sekitar. Ya..ampun bis sudah cukup penuh karena sebagian orang sudah berdiri. kebetulan sang kakek tadi berdiri di sebelahku. Melihat sang kakek di sebelahku timbul juga niatan untuk memberikan tempat duduk kepadanya. Tapi sebelum niatan itu terealisir, muncul juga niatan individualis dan agak-agak selfish, maka terjadilah dialog dalam diri dan hatiku:

Hatiku : Aih...kasian sekali si Kakek itu usianya pasti di atas 70-an. Ayo cepat bangun berikan tempat dudukmu untuk
untuk orang tua tersebut!
Diriku : Wah...jarang-jarang lho kamu dapet tempat duduk, biasanya kan berdiri. katanya Kamu mau sambil istirahat
udah tidur aja....apalagi sekarang lagi puasa, kan kamu pasti lemes banget seharian kerja.
Hatiku : Nah...justru waktu puasa itu orang bebuat baik akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah.

Dialog belum lagi usai.....tiba-tiba.....seorang perempuan di sebelahku berdiri sambil ngomong:

Perempuan : Permisi mas.
Aku : Iya... (heran)
Perempuan : Kek.....silahkan duduk di tempat saya.

Degghhhh....sesaat kayaknya jantungku berhenti. Serasa nggak percaya, ternyata perempuan yang duduk di sebelahku benar-benar menawarkan tempat duduknya untuk kakek itu. Wah....masak sih aku yang cowok kalah sama yang perempuan. Tapi sebenarnya bukan itu hal yang penting. Dia (perempuan) itu lebih senang berbuat baik tanpa perlu berpikir apalagi sampe mikir-mikir panjang segala kayak aku. Mungkin sebenarnya Allah telah memberikan ladang untuk berbuat baik di depanku, tapi si perempuan tadi lebih cepat menyambutnya.

Akhirnya....perjalanan selama 1,5 jam itu bener-bener kayak sebuah siksaan buat aku. Perasaan gak enak campur sedikit malu. Tadinya niat mau tidur blassss....sama sekali mata ini gak bisa diajak terpejam.

Terkadang, Dia memberikan pelajaran dengan cara-cara yang unik, dengan sentilan-sentilan yang khas pula.

Monday, November 10, 2003

Illegal Question in the Interview



668677433

The female candidate was asked, "Do you plan to have children?" She was taken aback by the question and wasn't sure how to answer.

She had three choices:

a. To answer the question honestly even though she did not want to.
b. To tell the interviewer it is none of his business and the question is illegal.
c. To deal with the concern behind the question, ignoring the illegal question itself.
How would you answer the question if you were the female candidate?

The best answer is "C."

An appropriate answer from the candidate might have been, "Whether or not I plan to have children in the future is not really relevant to my career. I plan to work and have a career no matter what happens in my personal life."

Why is this type of question asked in an interview? Why are interviewers concerned about your plans to reproduce, your marital status and your retirement plans? It's simple; they want to make sure you are the solution to a problem, not the source of more headaches.

When the female candidate was asked her plans regarding future motherhood, the interviewer may have been trying to determine whether she was in for the long-term or just until the company could pay for the birth of her firstborn. It is clearly a discriminatory question, one that would probably never be asked of a male candidate, and it is illegal!

Technically, it is illegal for an interviewer to ask anything personal that is not directly job-related. Off-limit questions include (but are not limited to): information regarding your age, marital status, country of origin, religion, sexual preference and health status. Almost any legal information about you is illegal in the job interview.

There are some exceptions to this rule, which might be confusing. Personal questions considered to be job-related usually are allowed in the interview or on the job application.

Legal Personal Questions:
Have you ever been convicted of a crime?
Depending on the type of job you are applying for, this could be critical.

Can you show proof of your eligibility to work (for example) in the US?
Every new employee, regardless of place of origin, must provide such documentation during the first days on the job.

Can you perform the job's essential functions with or without reasonable accommodation? This question must be accompanied by a job description covering the essential functions. The concerns behind these questions are relevant to the job's requirements and performance. As an example, if you have been convicted of embezzlement, you will probably not be considered for a job handling money. The concern is that you had a problem in your past that could be a problem again.

The interviewer wants to know if you can report to work and do the job. Any information that could be enlightening is important. But the interviewer's questions should focus on the job and your qualifications to do it.

By becoming aware of illegal questions, you will be prepared to deal with them if confronted in an interview. Pre-interview thinking and preparation can spare some embarrassing or uncomfortable moments during the interview.

Most job seekers think they can get the job, just because they're good at what they do. It,s Wrong! The candidate, who knows how to act during an interview and answer questions well, will get the job!
(Carole Martin)