Tuesday, August 12, 2003

Dear Bloggerian,

Mikro Economics Training, ternyata gak membosankan seperti yang dibayangkan. Trainingnya sendiri berjalan dengan baik dan lancar. Sepertinya saya menemukan kesenangan yang baru, ternyata Ekonomi tidak selalu berkutat dengan angka-angka. I'm not good in numbers, karena itu saya masuk hukum. ha..ha.. itu hanya apologi saja.

Ditambah dengan suasana bogor yang teduh dan sejuk (jika di bandingkan Jakarta), sebenarnya acaranya akan lebih efektif jika tidak dipaksakan dalam dua setengah hari. bayangkan aja, Mata Kuliah Mikro Ekonomi untuk mahasiswa ekonomi ditempuh dalam satu semester, tetapi saya dan temen-temen diharuskan melahapnya dalam waktu 12 jam perhari dalam waktu dua hari. Gileee....tapi untungnya Trainers-nya yang dosen IPB cukup sabar dan tekun menghadapi kami, yang rata-rata tidak punya basic ekonomi.

ya....memang kerjaan kita di kantor mengaharuskan kami mempunyai dua (paling tidak) dasar pengetahuan, yaitu hukum dan ekonomi. kata orang hukum, bidang hukum persaingan usaha mempunyai dua aspek yaitu, hukum sebagai object dan ekonomi sebagai instrument. Begitu juga sebaliknya orang ekonomi akan selalu mengatakan, ekonomi sebagai object dan hukum sebagai instrument. hi...hi... gak mau kalah ya? perdebatan seperti itu sama peliknya dengan mengatakan bahwa suami lebih penting dari istri atau dua orang bodoh yang berdebat bahwa sandal kanan lebih penting dari sandal kiri.

Awalnya dari buku, The Death of Economics, karangan Prof Paul Omerod, yang mengatakan bahwa ilmu ekonomi itu telah mati, karena ilmu ekonomi selalu mendasarkan pada asumsi kepastian (ceteris paribus), dan ilmu ekonomi telah berkembang seperti menjadi ilmu pasti. tesisnya, Paul Omerod mengatakan bahwa pada dasarnya ilmu ekonomi itu ilmu sosial, tidak bisa lepas dari perkembangan masyarakat yang penuh ketidak pastian (the uncertainty). Dia kayaknya meriindukan ekonom klasik seperti Adam Smith, dan dalam bukunya itu dia juga mengkritik ekonom seperti Jhon Maynard Keynes dan aliran Keynesian yang dipraktekkan oleh IMF serta menyebutnya sebagai ekonom ortodok yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan di Asia dan pengangguran di Eropa.

ah sudahlah......berdebat tentang hal tersebut tentu tak akan pernah lepas dari latar belakang ideologi dari masing-masing pihak. jadinya kalo sudah perdebatan ideologis akan kontra produktif jika bicara lagi ekonomi. Perdebatan ideologis.....ah mudah-mudahan tidak tertukar dengan perdebatan biologis. karena sangat tipis "beda" antara ideologis dan biologis. Hmmh....... :)



No comments: